Pusat Edukasi
KOL· Tumbuh

Rate card & saran harga

Menentukan harga tanpa menebak — dan tanpa merugikan diri sendiri.

Rate card itu apa

Daftar harga kamu per jenis konten per platform — misalnya Instagram Feed sekian, Reels sekian, TikTok sekian. Brand melihatnya saat menimbang merekrut kamu langsung lewat direct order.

Saran harga dari sistem

Saat mengisi rate card, sistem menyarankan angka berdasarkan tier follower, platform, niche, dan engagement rate kamu. Ini titik awal, bukan patokan. Sistem tidak tahu kualitas produksi kamu, tidak tahu audiens kamu se-loyal apa, dan tidak tahu berapa lama satu konten kamu kerjakan. Kamu yang tahu.

Kenapa jangan memasang terlalu murah

Harga terlalu rendah menarik brand yang mencari termurah, bukan yang mencari cocok — dan mereka biasanya yang paling banyak menuntut revisi. Harga juga sulit dinaikkan setelah terlanjur jadi acuan.

Faktor yang layak menaikkan harga kamu

  • Engagement rate tinggi lebih bernilai daripada follower besar yang sepi. Brand yang paham membayar untuk audiens yang mendengarkan.
  • Niche spesifik (finansial, B2B, kesehatan) biasanya lebih mahal daripada lifestyle umum — audiensnya lebih sulit dijangkau.
  • Job UGC harus lebih mahal daripada campaign biasa. Kamu mengalihkan hak konten selamanya, bukan menyewakan izin repost. Lihat artikel Kontrak digital.
  • Eksklusivitas, revisi ekstra, tenggat mepet — semua itu biaya. Masukkan ke harga.

Rate card ≠ harga mati

Job yang diposting brand punya budget sendiri; kamu bebas melamar atau tidak. Rate card berlaku untuk direct order — saat brand datang ke kamu.

Yang kamu terima

Berapa pun angka yang disepakati, kamu menerima 100%. Biaya layanan ditanggung brand, terpisah, di atas nilai job.

Artikel terkait

Masih butuh bantuan?

Tim support Kolabin siap membantu menjawab pertanyaan kamu.